Senior Yang Terlupakan

Baca: Yohanes 3:22-36

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yohanes 3:30)

Bacaan Alkitab Setahun: 
Ibrani 1-4

Senior Yang Terlupakan - “Peraturan pertama: Senior tidak pernah bersalah. Kedua: Jika senior bersalah, lihat peraturan nomer satu.” Dua aturan main itu dibacakan dengan lantang dan berulang-ulang oleh para senior saat perploncoan di kampus. Meskipun kedengarannya tidak adil, sebagai yunior, saya harus patuh supaya terbebas dari hukuman.

Read More :
Daily Devotional Blog
Renungan Harian Umat Kristiani

Yohanes terpilih menjadi pendahulu kedatangan Yesus (Luk. 1:76-77). Ia senior. Bisa saja ia merasa dirinya memiliki peran yang besar dan menginginkan popularitas. Ia ingin dihormati, dikagumi, dan diutamakan. Tetapi, ia tidak merasa tersaingi, apalagi iri hati ketika murid-muridnya berkata, “Pemimpin yang baru itu, yuniormu itu, mulai populer dan mulai mengancam kedudukanmu.” Ia tidak terpancing untuk berperan menurut keinginan orang lain, melainkan tetap berfokus kehendak Allah (ay. 27-31). Ia menyadari bahwa “Dia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (ay. 30). Ia menyadari, tujuan pelayanannya adalah agar orang Israel datang kepada Yesus, bukan kepada dirinya. Ia tidak berusaha merebut peran yang bukan miliknya.

Bisa jadi kita terbakar oleh perasaan iri karena yunior kita memiliki kemampuan lebih hebat dan menuai lebih banyak pujian daripada kita. Kita perlu berhati-hati supaya tidak tergelincir pada konflik senior-yunior! Kiranya dengan merenungkan kembali teladan hidup Yohanes Pembaptis, kita memiliki kekuatan untuk mengubah panasnya persaingan menjadi keharuman bagi nama Tuhan.—DEW

Tujuan Allah memanggil kita adalah untuk meninggikan nama Yesus.

0 Response to "Senior Yang Terlupakan"

Posting Komentar